Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah penyakit kronis.1

Obesitas semakin diakui sebagai penyakit kronis oleh banyak organisasi medis, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)¹ dan American Medical Association (AMA)². Obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks dan didefinisikan sebagai penumpukan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan¹,².

Obesitas dapat berasal dari kombinasi beberapa faktor yang kompleks, termasuk genetika, lingkungan, pola makan, gaya hidup, serta kondisi sosial dan budaya.³,⁴⁻⁷

Selama satu dekade terakhir, berbagai studi menunjukkan bahwa genetika berkontribusi besar terhadap berat badan atau BMI.⁴,⁵ Pada orang yang hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas, diperkirakan bahwa genetika dapat menyebabkan 50–80% variabilitas berat badan.⁴ Sementara itu, kontribusi genetika terhadap variabilitas berat badan pada orang yang tidak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas hanya sekitar 30–35%.⁴

Namun, penting untuk diingat bahwa genetika saja jarang memiliki kemampuan untuk sepenuhnya menentukan bentuk tubuh atau perilaku seseorang. Interaksi antara genetik dan lingkunganlah yang dapat memengaruhi dan mengaktifkan kenaikan berat badan.⁵

Seperti banyak penyakit jangka panjang lainnya, obesitas memiliki dampak yang signifikan bagi orang yang mengalaminya serta bagi orang-orang di sekitar mereka.³,⁶,⁷

Hidup dengan obesitas dapat menyebabkan keterbatasan fisik, memengaruhi kesehatan mental, dan berkaitan dengan lebih dari 200 komplikasi kesehatan.⁷,⁸ Banyak orang yang hidup dengan obesitas merasa terjebak setelah berbagai upaya penurunan berat badan yang tidak berhasil karena faktor-faktor di luar kendali mereka, atau mendapati diri mereka berada dalam siklus berat badan yang turun dan naik kembali.⁹

Ketika mencoba mempertahankan penurunan berat badan, resistensi biologis dapat muncul, menyebabkan peningkatan rasa lapar, tidak merasa kenyang, serta perubahan metabolisme — proses-proses ini dapat bekerja berlawanan dengan upaya penurunan berat badan Anda.¹⁰

Dengan memahami tentang sulitnya penurunan berat³,¹¹ Anda dan dokter Anda dapat mulai menangani penyebab mendasar obesitas dan membantu Anda mendapatkan kembali kendali atas kondisi ini.

Banner

Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah penyakit kronis.1

Obesitas semakin diakui sebagai penyakit kronis oleh banyak organisasi medis, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)¹ dan American Medical Association (AMA)². Obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks dan didefinisikan sebagai penumpukan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan¹,².

Obesitas dapat berasal dari kombinasi beberapa faktor yang kompleks, termasuk genetika, lingkungan, pola makan, gaya hidup, serta kondisi sosial dan budaya.³,⁴⁻⁷

Selama satu dekade terakhir, berbagai studi menunjukkan bahwa genetika berkontribusi besar terhadap berat badan atau BMI.⁴,⁵ Pada orang yang hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas, diperkirakan bahwa genetika dapat menyebabkan 50–80% variabilitas berat badan.⁴ Sementara itu, kontribusi genetika terhadap variabilitas berat badan pada orang yang tidak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas hanya sekitar 30–35%.⁴

Namun, penting untuk diingat bahwa genetika saja jarang memiliki kemampuan untuk sepenuhnya menentukan bentuk tubuh atau perilaku seseorang. Interaksi antara genetik dan lingkunganlah yang dapat memengaruhi dan mengaktifkan kenaikan berat badan.⁵

Seperti banyak penyakit jangka panjang lainnya, obesitas memiliki dampak yang signifikan bagi orang yang mengalaminya serta bagi orang-orang di sekitar mereka.³,⁶,⁷

Hidup dengan obesitas dapat menyebabkan keterbatasan fisik, memengaruhi kesehatan mental, dan berkaitan dengan lebih dari 200 komplikasi kesehatan.⁷,⁸ Banyak orang yang hidup dengan obesitas merasa terjebak setelah berbagai upaya penurunan berat badan yang tidak berhasil karena faktor-faktor di luar kendali mereka, atau mendapati diri mereka berada dalam siklus berat badan yang turun dan naik kembali.⁹

Ketika mencoba mempertahankan penurunan berat badan, resistensi biologis dapat muncul, menyebabkan peningkatan rasa lapar, tidak merasa kenyang, serta perubahan metabolisme — proses-proses ini dapat bekerja berlawanan dengan upaya penurunan berat badan Anda.¹⁰

Dengan memahami tentang sulitnya penurunan berat³,¹¹ Anda dan dokter Anda dapat mulai menangani penyebab mendasar obesitas dan membantu Anda mendapatkan kembali kendali atas kondisi ini.

Apakah Anda hidup dengan obesitas?

Indeks Massa Tubuh (BMI) dan obesitas

Ada berbagai pertimbangan dalam mengategorikan obesitas — hal ini lebih kompleks daripada sekadar angka di timbangan.¹² Obesitas adalah penyakit kronis, dan meskipun BMI dapat digunakan untuk mengkategorikan obesitas, dokter Anda mungkin mempertimbangkan faktor tambahan lainnya.¹³

Beberapa faktor tersebut termasuk pengukuran rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan, serta dampak kelebihan berat badan terhadap kesehatan atau kualitas hidup Anda, baik secara medis, fungsional, maupun psikologis.¹⁴

BMI dihitung dengan membandingkan berat badan terhadap tinggi badan Anda, dan dapat menjadi indikator awal apakah Anda perlu berbicara dengan dokter.

 

Masukkan tinggi dan berat badan Anda untuk menghitung BMI.

Gunakan bagan di bawah ini untuk melihat kategori BMI bagi yang berusia 18 tahun ke atas dan definisinya.¹⁵

Perlu dicatat bahwa kategori BMI dapat berbeda-beda tergantung pada etnis seseorang.¹³

Perlu diketahui, BMI hanyalah satu indikator obesitas — selalu lebih baik untuk membicarakannya dengan dokter Anda.

KALKULATOR BMI


Isi tinggi dan berat badan Anda untuk mendapatkan hasil.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang hasil BMI Anda, konsultasikan dengan dokter Anda.

Rentang BMI15

≤18.5

Jika BMI Anda kurang dari 18.5kg/m2 . Anda berada dalam kategori kekurangan berat badan.


18.5 - 22.9

Jika BMI Anda 18.5 hingga 22.9 kg/m², Anda berada dalam kategori berat badan sehat.


23 - 24.9

Jika BMI Anda 23 hingga 24,9 kg/m², Anda berada dalam kategori kelebihan berat badan


25 - 29.9

Jika BMI Anda 25 hingga 29.9 kg/m², Anda berada dalam kategori Obesitas Kelas I.


≥ 30

Jika BMI Anda 32.5 hingga 37.4 kg/m², Anda berada dalam kategori Obesitas Kelas II.


ReferencesExpand Icon
  1. Greenway FL. Physiological adaptations to weight loss and factors favouring weight regain. Int J Obes (Lond). 2015;39(8):1188–1196.
  2. Bouchard C. Genetics of Obesity: What We Have Learned Over Decades of Research. Obesity 2021; 29(5):802–820.
  3. Albuquerque D, Nóbrega C, Manco L, and Padez C. The contribution of genetics and environment to obesity. British Medical Bulletin 2017; 123:159–173.
  4. Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development. What causes obesity & overweight? Reviewed July 28, 2021. Available at: https://www.nichd.nih.gov/health/topics/obesity/conditioninfo/cause [Accessed January 2025].
  5. Albano G, Rowlands K, Baciadonna L, Coco GL, Cardi V. Interpersonal difficulties in obesity: a systematic review and meta-analysis to inform a rejection sensitivity-based model. Neurosci BENEFI.
  6. Horn SB, Almandoz JP, Look M. What is clinically relevant weight loss for your patients and how can it be achieved? A narrative review. Postgrad Med. 2022;134(4):359–375.
  7. Hall KD, Kahan S. Maintenance of lost weight and long-term management of obesity. Med Clin North Am. 2018;102(1):183–197.
  8. Ochner CN, Barrios DM, Lee CD, Pi-Sunyer FX. Biological mechanisms that promote weight regain following weight loss in obese humans. Physiol Behav. 2013;120:106–113.
  9. MacLean PS, Bergouignan A, Cornier MA, Jackman MR. Biology's response to dieting: the impetus for weight regain. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol. 2011;301(3):R581–R600.
  10. National Heart, Lung, and Blood Institute. Overweight and obesity: symptoms and diagnosis. Updated March 24, 2022. Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health/overweight-and-obesity/symptoms [Accessed January 2025].
  11. Busetto L, Dicker D, Frühbeck G, et al. A new framework for the diagnosis, staging and management of obesity in adults. Nat Med. E-pub July 5, 2024. doi:10.1038/s41591-024-03095-3.
  12. Stephenson J, Smith CM, Kearns B, Haywood A, Bissell P. The association between obesity and quality of life: a retrospective analysis of a large-scale population-based cohort study. BMC Public Health. 2021;21(1):1990.
  13. Malaysia Health Technology Assessment Section (MaHTAS). Malaysian Clinical Practice Guidelines for the Management of Obesity, 2nd edition (2023). Available at: https://mems.my/cpg-management-of-obesity [Accessed August 2025].